Terbaru

PROGRAM TEBAR DAI NUSANTARA 1435 H / 2014 H

PROGRAM TEBAR DAI NUSANTARA 1435 H / 2014 H

PROGRAM TEBAR DAI NUSANTARA 1435 H Pendahuluan Upaya kristen...

KEJAM, PANTI ASUHAN KRISTEN SAMUEL MENGANIAYA ANAK DIDIKNYA HINGGA TEWAS

KEJAM, PANTI ASUHAN KRISTEN SAMUEL MENGANIAYA ANAK...

KEJAM, PANTI ASUHAN KRISTEN SAMUEL MENGANIAYA ANAK DIDIKNYA...

Yayasan Baitul Maqdis dan Remaja Muslim Bekasi beraksi menolak Valentine’s Day

Yayasan Baitul Maqdis dan Remaja Muslim Bekasi ber...

REMAJA MUSLIM KOTA BEKASI MENOLAK VALENTINE’S DAY (Baitul-Ma...

Bina Muallaf Tebar Dai Nusa Tenggara Timur

Bina Muallaf Tebar Dai Nusa Tenggara Timur

Yayasan Baitul Maqdis adalah yayasan Nirlaba yang bergerak d...

Misi Kristen Di Indonesia, Sungguh Sangat Bahaya!! (2)

4. Mengkristenkan Pasien Muslim.

Di antara metode ampuh yang dikembangkan oleh missionaris adalah mendirikan rumah sakit Kristen di berbagai belahan dunia Muslim. Rumah sakit seperti ini telah mencapai 213 buah pada tahun 1421 H.[22] pendirian rumash sakit demikian memang atas nama missi kemanusiaan, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ia terkadang menjadi tempat terjadinya missi terselubung kepada pasien non Kristen. Betapa banyak kita dengar pasien dari kalangan ekonomi lemah direhabilitasi di rumah sakit-rumah sakit Kristen lalu dikemudian hari mereka berganti identitas keagamaan. Bahkan tidak cukup dengan pendirian rumah sakit-rumah sakit, missionaris juga berusaha membagikan brosur-brosur yang berisi ajaran ajaran Kristen serta adab-adab dalam Kristen bagi orang sakit kepada pasien Muslim.

Hal demikian terjadi di rumah sakit Advent di Bandung. Missionaris mengumpulkan pasien Muslim lalu mengadakan do’a bersama atas kesembuhan mereka kepada tuhan yesus. Di samping itu, mereka juga memberikan layanan gratis bagi mereka yang telah meninggal dunia keluarganya, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membayar beban biaya rumah sakit.

Cara seperti ini juga pernah dialami oleh seoraang tokoh Islam papan atas, Bapak Muhammad Natsir. Ketika menjelang kedatangan ajalnya, ia didtangi oleh missionaris dan menawarkan agama Kristen kepadanya. Padahal sang missinaris sangat mengetahui bahwa Natsir adalah seorang tokoh yang sangat kuat menentang uapaya Kristenisasi di Indonesia. Tetapi mereka berpura-pura tidak tahu dan berusaha melakukan kegiatan mereka.[23]

5. Kesaksian Palsu yang Dilakukan oleh Oknum yang Mengaku Murtad dari Islam.
Penomena menarik yang banyak terjadi dikalangan intelektuan non Muslim adalah ketertarikan mereka terhadap Islam yang diawali dengan rasa keingintahuan tentang makna kehidupan. Pengembaraan intelektual pun mereka lakukan dengan mencari jawaban dari berbagai agama, termasuk agama-agama abrahamaik selain Islam. Mereka menghindari Islam karena stigma media massa yang seolah telah menenmpatkan Islam sebagai agama kekerasan dan anti perempuan. Tetapi karena jawaban yang mereka temui selama pencarian tidaklah memuaskan dahaga intelektual mereka, sehingga Islam pun dilirik. Ketika mereka mulai banyak membaca literatul Islam, terutama terjemahan al-Qur’an, umumnya mereka tersadar bahwa ternyata Islam adalah jawaban dari berbagai kegelisahan yang mereka alami selama ini. Setelah mereka menemukan jawaban, pengakuan tentang proses yang mereka lalui hingga menemukan Islam mereka tulis atau umumkan kepada media Islam sehingga tidak sedikit menginspirasi non Muslim lainnya, bahkan termasuk orang Muslim sendiri untuk lebih mendalami Islam. Hal ini menimbulkan efek yang luar biasa kepada masyrakat.

Melihat cara demikian banyak menarik perhatian masyarakat kaum beragama, terutama non Muslim, oknum dari pihak Kristen pun berusaha melakukan hal serupa. Sekali pun hal demikian sering kali didesain sendiri dan tidak mereperesentasikan keadaan sebenarnya. Mereka kemudian menulis kisah serupa pada beberapa majalah atau selebaran atau pada buku-buku tertentu dengan harapan dapat melakukan upaya tandingan terhadap apa yang terjadi pada intelektual non Muslim ketika memutuskan Islam sebagai pilihan.[24]

Cara demikian mulai ditemukan di Indonesia pada tahun1974. Yang pertama melakukannya adalah seseorang yang bernama Kemas Abu Bakar. Pada awalnya, ia mengaku sebagai jebolan universitas Islam di Bandung dan pernah tercatat sebagai salah satu dewan juri pada penyelenggaraan MTQ tingkat Internasional. Ia berusaha menafsirkan al-qur’an berdasarkan kehendaknya semata kemudian menyebarkannya ke masyarakat dalam bentuk kaset. Tetapi setelah diadakan investigasi oleh kalangan Muslim ternyata terbukti ia melakukan kebohongan karena tidak mampu mendemonstrasikan kekmampuannya membaca al-qur’an. Karena tindakan ini ia dipenjara di Surabaya selama 8 tahun.[25]

Di Jakarta pun kasus serupa ditemukan. Seseong bernama Yusuf Maulana mengaku murtad dari Islam dan masuk ke agama Kristen. Ia mengaku anak dari seorang dai terkenal, Qasim Nurseha. Karena pengakuan demikian, khotbah-khotbahnya di Gereja cepat beredar dengan menceritakan sebab-sebab ia memilih Kristen sebagai agamanya. Setelah dilakukan investigasi oleh kalangan Muslim terbukti bahwa ia bukanlah anak dari Qasim Nurseha, sebagaimana pengakuannya selama ini.

Setelah itu, kasus di Bandung dengan motif yag sama juga ditemukan. Ada seseorang mengaku saudara kandung dari Buya Hamka (Haji Abdul Karim Wadud Amrullah). Ia mengaku bernama Wili Abdul Wadud Karim Amrullah. Setelah pengakuannya tersebut, ia menjadi orang yang sangat terkenl di Bandung. Bahkan banyak dari kalangan kaum Muslim mulai terpropokasi dengan pengakuannya. Tetapi setelah investigasi dilakukan dengan seksama oleh kalangan Muslim terbukti ia hanya pembual layaknya pendahulu-pendahulunya.[26]

Beberapa orang yang terhitung menyatakan diri murtad dari Islam dan beralih profesi sebagai missinaris Kristen di antaranya adalah:

  • Purnama Winangun yang dijuluki sebagai haji Amos.
  • Hajjah Kristina Fatimah yang disebut Tini Rustini.
  • Rudi Muhammad Nurdin.
  • Matius.
  • Muhammad Sholihin.

6. Missi Kristen Atas Nama Bantun Kemanusiaan.
Sebenarnya hal ini merupakan cara lama yang selalu digunakan oleh missonaris untuk malakukan missinya. Cara ini dianggap cocok untuk negeri-negeri Muslim mengingat kemiskinan menjadi penomena umum di banyak Negara Muslim. Jika dipetakan secara kasar, benua afrika yang nota bene banyak berpenduduk Muslim, banyak menjadi target utama cara ini. Kelaparan yang terjadi di mana-mana akibat perang yang berkanjangan menjadi lahan subur bagi missionaries untuk menjalankan aksinya. Analisa bahwa kemiskinan menjadi penyebab utama keberhasilan missi Kristen sangatlah relevan.[27]Apalagi jika dibuktikan dengan temuan-temuan lapangan, terutama ketika terjadi bencana alam pada level tinggi sehingga mengundang keterlibatan donor asing. Biasanya, mengalirnya dana kemanusian selalu dibarengi dengan missi sampingan yang melibatkan kepercayaan tertentu.

Cara seperti ini misalnya ditemukan di Tangerang. Yaitu sebuah pemberian beasiswa kepada 6 desa yang bertetangga dengan Lippo Karawaci, sebuah kawasan mewah di Tangerang. Sponsor utama beasiswa ini adalah Jems Riyadi, pemiliki bank Lippo. Pada ke-6 desa tersebut terdapat 26 SD dengan jumlah total siswa sebanyak kurang lebih 10.000. Semuan murid-murid tersebut diberikan beasiswa sebagai wujud bantuan kemanusiaan. Berdasarkan temuan Majalah Media Da’wah, salah satu media Islam yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan missi Kristen di Indonesi, bahwa para murid yang berada antara kelas 1 hingga kelas 3 masing-masing mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1.179.000 per tahun.  Adapun murid-murid yang berada dalam bimbingan khusus mereka tentu mendapatkan lebih dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 1.539.000 per siswa per tahun. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa masyarakat miskin yang berada pad ke-6 desa tersebut merasa sangat terbantu dengan program demikian. Sekali pun, pada kenyataannya terdapat sekitar 500 lebih siswa yang aktif mengikuti berbagai kegitan di Gereja. Sementara di pihak lain, orang tua mereka tidak memiliki kemampuan untuk mencegah praktek demikian karena telah merasakan bantuan besar tersebut.[28]

Pada lingkup lebih luas, terjadinya Tsunami di Aceh menjadi momen penting bagi kaum missionaries untuk melakukan aksi mereka.

7. Kristenisasi Dengan Menggunakan Simbol-Simbol Islam.
Metode ini merupakan cara terbaru yang dipraktekkan missonaris di Indonesia. Bahkan cara ini dilakukan secara masif dan agresif. Media yang digunakan seperti pelaksanaan ritual Kristen dengan dengan tampilan yang Islami. Misalnya perayaan natal dengan menampilkan pakaian adat betawi yang sangat kental nuansa Islamnya. Selain itu, missionaries juga melakukan penyebaran bulletin-bulletin yang mirip dengan bulletin da’wah yang memuat ayat-ayat al-qur’an disertai dengan ayat-ayat bible serta analisa yang mengunggulkan ajaran Kristen atas pandangan Islam tentang masalah-masalah tertentu. Hal lain yang juga tidak luput dari penyebaran missi denga cara ini adalah penerbitan buku-buku yang menampilkan judul-judul yang sangat bernuansa Islam.

Orang Muslim banyak tertipu dengan cara-cara sperti ini, karena ketidakmampuan mereka membedakan antara Islam sebagai aksesoris dengan ritual keagamaan yang murni Kristen. Cara ini makin membingungkan masyarakat dengan adanya terjemahan bible yang berbahasa Arab dan kajian yang dilakukan di Gereja yang mirip bentuk masjid. Sementara para peserta kajian memakai pakaian layaknya seorang santri  dan para peserta membaca kitab bible berbahasa Arab layaknya orang yang sedang membaca al-qur’an dengan cara tartil.

A. Perayaan Natal dengan Tampilan Islami.
Cara seperti ini pernah dilakukan oleh pihak Kristen pada hari sabtu, 25 desember 2003. Mereka melakukan perayaan natal di Gereja ortodoks yang bernama Santovatius di Jakarta. Dalam perayaan ini mereka menampilkan peserta yang berbusana Islami mulai dari laki-laki, perempuan dan anak kecil. Bahkan acara inidissirkan secara langsung oleh salah satu televise swasta terkemuka di negeri ini dan disaksikan oleh banyak pemirsa di seluruh tanah air. Seperti yang diduga oleh pihak pelaksana sendiri, acara ini menui protes keras dari banyak pemirsa. Bahkan protes yang berbentuk ancaman dan terror sempat beredar sebagai wujud resitensi ummat Muslim di Indonesia terhadap acara-acara yang berpotensi mengancam hubungan antar ummat beragama di negeri ini.[29] Cara-cara demikian sebenarnya tida hanya terjadi sekali dan dua kali saja. Bahkan adanya upaya pembacaan bible berbahasa Arab dengan mengikuti metode tilawatil Qur’an dengan nada tertentu juga masuk dalam kategori ini. Belum lagi tata cara ibadah yang dipereaktekkan oleh Kristen Syria dengan meniru tata cara shalat dalam Islam. Semua fenomena tersebut merupakan metode penyebaran agama yang kurang menghargai aspek toleransi yang dibangun dalam lingkup keindonesiaan dan keragaman.

B. Penyebaran buku-buku Kristen yang menyerupai tampilan buku-buku Islam.
Para penulis beserta judul-judul yang sempat beredar di tengah masyarakat adalah sebagai berikut :

  1. Karangan Purnama Winangun yang dikenal dengan nama Haji Amos.
    Beberapa tulisan Purnama yang ditemukan beredar di tengah masyakat adalah seperti, Upacara lbadah Haji, Ayat-ayat Al Qur’an Yang Menyelamatkan, Isa Alaihis Salam Dalam Pandangan Islam, dan Riwayat Singkat Pustaka Peninggalan Nabi Muhammad saw.
  2. Karangan Danu Kholildinata yang dikenal dengan nama Amin Barkah.
    Kristus dan Kristen di Dalam Al-Qur’an (Al Masih Wal Masihiyun Fil Quur’an).
  3. Karangan Hamran Amri.
    Allah Sudah Pilihkan Saya Kasih Buat Hidup Baru Dalam Yesus Kristus, Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal Yang Esa, Dengan Kasih Kita Jawab, Jawaban Atas Buku Bible Qur’an dan Science, Dialog Tertulis Islam-Kristen, Surat bari Mesir, Siap Sedia Menjawab Tantangan Benteng Islam, Sebuah Memori Yang Tak Terlupakan, dll.
  4. Karangan Muhammad Nurdin.
    Ayat-Ayat Penting Di Dalam Al-Qur’an, Keselamatan Di Dalam Islam, Selamat Natal Menurut Al Qur’an, Kebenaran Yang Benar (As Shodiqul Mashduuq), Rahasia Allah Yang Paling Besar (Sirrullahil Akbar), Telah Kutemukan Rahasia Allah Yang Paling Besar, Ya Allah Ya Ruhul Qudus Aku Selamat Dunia dan Akhirat, Wahyu Tentang Neraka, Wahyu Keselamatan Allah, dan lain-lain.
  5. Terbitan yayasan pusat Kristen Nehemia.
    Kerudung Yang Dikoyak, oleh Gulshan Ester; Seorang Gadis Kristen Mempertanggungjawabkan Imannya, oleh Nita; Apakah Al Qur’an Benar-benar Wahyu Allah, oleh Ev. J. Litik; Kebenaran Firman Allah, oleh Pdt. M. Matheus; Lima Alasan Pokok Tentang Isi Al Qur’an Yang Menyebabkan Saya Beralih Dari Islam ke Kristen, oleh Ev. J. Litik; dll.
  6. Cetakan yayasan Jalan Rahmat.
    Sejarah Naskah Al Qur’an dan Alkitab, oleh John Gilchrist; Sulitkah Menjadi Orang Kristen, oleh Abdul Masih; Siapakah Kristus Selayaknya Menurut Anda, oleh Abdul Masih; Sudah Kutemukan, oleh Iskandar Jadeed; Benarkah Al kitab Dipalsukan, oleh Iskandar Jadeed; Injil Barnabas Suatu Kesaksian Palsu, oleh Iskandar Jadeed; Kesempurnaan Taurat dan Injil, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Supaya Dosa Diampuni, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Kita Berdoa, oleh Iskandar Jadeed; Kri stus Menurut Islam dan Kristen, oleh John Gilchrist, Benarkah Nabi Isa Disalib, oleh John Gilchrist; Allah Itu Esa di Dalam Tritunggal Yang Kudus, oleh Zachariah Butrus; Selidikilah, Anda Pasti Selamat, oleh Sultan Muhammad Paul.
  7. Brosur, kaset dan kaligrafi.
    Brosur-brosur sperti: Brosur Dakwah Ukhuwah, Brosur Shirathal Mustaqim, Brosur Jalan Al Rachmat, dll. Kaligrafi dan kalender tulisan Arab yang berisikan ayat-ayat Injil tentang ketuhanan Yesus. Kaset: Kaset tilawatul Injil, Dzat dan Sirat Allah (ceramah Pendeta Kemas Abubakar Mashur Yusuf Roni), Kesaksian murtadin Muhammad Imran, Kesaksian murtadin Ikhwan Luqman, Kesaksian murtadin Pdt. Akmal Sani, Kesaksian murtadin Lies Saodah, Kesaksian murt adin Haji Ahmad Maulana yang mengaku-ngaku putera KH. Kosim Nurzeha, dll.[30]

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Al-Juhani, Mani’, al-Mausah al-Muyassarah fi al-Adyan wa al-Mazahib al-Muashirah, (KSA : Dar al-Nadwah al-Alamiyah), Vol.2, cet.3.
  2. Alwi Shihab, Membendung Arus : Respon Gerakan Muhammadiyah Terhadap Pnetrasi Misi Kristen di Indonesia, (Bandung : Mizan), th.1998.
  3. Musthofa Kholidi dan Umar Farrukh, al-Tabsyir dan al-Isti’mar fi al-Bilad al-Arabiyah, (Baerut : Maktabah al-Ashriyah), Cet.3, tth.
  4. ——————–, Imprealis dan Missonaris Melanda Dunia islam, ( Jakarta : Pusataka Mantiq ), cet.2, th.1992.
  5. Mahmud, Abdul Halim, al-Gazwu al-Fikri wa al-Tayyaraat al-Muadiyah li al-Islam, (KSA : Matba’ah Jamiah al-Imam Muhammad Ibn Saud al-Islamiyah), tth.
  6. Adian Husaini, Tantangan Pemikiran Islam Kontemporer, dalam Adian Husaini (Ed) “Foundation Of Islamic Economics”, th.2008.
  7. ——————, Gereja-Gereja Dibakar : Membedah Akar Konflik di Indosesia, ( Jakarta : Dea Press ), tth.
  8. Hakim, Lukman, Ketegangan Yang Tak Pernah Reda (Pengantar Penyunting), dalam Fakta dan Data Usaha-Usaha Kristenisasi di Indonesia, ( Jakarta : Majalah Media Da’wah), cet.2, th.1991.
  9. Abdul Wahid Muhammad Samari dan Zainal Abidin Syuja’I, al-Tanshir : Asalibuhu wa Madarisuh wa Muassasatuh wa Sabilu al-Tashaddiy lahu, Makalah yang disampaikan Oleh para da’I utusan atase Agama Kerajaan Saudi di Indonesia.
  10. Husain, Hasan Abullah, al-Gazwu al-Tsaqafi al-Ajnabi li al-Ummah al-Arabiyah : Madihi wa Hadhirihi, (Mesir : Idarah al-Baramij al-Arabiyah wa al-Maktabat), th.1409 H.
  11. Tim FAKTA “Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan”, Senjata Menghadapi Pemurtadan Berkedok Islam, (Jakarta : Penerbit al-Kautsar), Cet.2, th.2002.
  12. M Natsir, Islam dan Kristen di Indonesia, ( Jakarta : Media Da’wah ), tth.
  13. Majalah Sabili, vol.23, tahun ke-7, th.1421 Hijriah.
  14. Majalah Sabili, vol.25, tahun ke-6 th.1421 H.
  15. Majalah Sabili, vol.15, thke-7, 26 ramadhan, th.1420 H.
  16. Majalah Sabili, vol.25, tahun ke-6, tanggal 20 shafar 1421 H.
  17. Media Da’wah, vol.331, bulan syawal, th.1422 H.
  18. Media Da’wah, vol.342, th.1424 H.
  19. Majalah Bidik, vol.2, th.1, th.1424 H
  20. Tabloid Aspirasi, edisi ke-6, tanggal 3 September 1999,
  21. Majalah Panji Masyarakat, edisi ke-51, th.1, 3 April 1998.
  22. Majalah al-Bayan, tahun ke-10, No 154, bulan Jumadil Akhir, tahun 1421 H.
  23. Majalah al-Bayan, tahun ke-10, No.153, Shofar 1421 H.
  24. Harian Republika, tanggal 10 dan 12 April 1999.
  25. Tabloid SIAR edisi No. 43, 18-24 Nopember 1999 hal. 14

Website :

  1. http://Islamlib.com/id/artikel/ perlu-wawasan-misiologis-baru-dalam-Kristen
  2. http://mradhi.com/sosial-politik/kristenisasi-di-dunia-islam-hasil-konspirasi-misionaris-dan-imperialis.html
  3. http://www.library.ohiou.edu/indopubs/ 2001/01/1/0009.html
  4. http://www.library.ohiou.edu/ indopubs/2001/01/10/0009.html.

 


 

[22] Abdul Wahid Muhammad Samari dan Zainal Abidin Syuja’I, al-Tanshir : Asalibuhu wa Madarisuh wa Muassasatuh wa Sabilu al-Tashaddiy lahu, Makalah disampaikan Oleh para da’I utusan atase Agama Kerajaan Saudi Arabia di Indonesia pada salah satu seminar.

[23] Tim FAKTA “Forum antisipasi kegiatan pemurtadan”, Senjata Menghadapi Pemurtadan Berkedok Islam, (Jakarta : Penerbit al-Kautsar), Cet.2, th.2002.

[24]  Tantangan Bagi Umat Islam Atas Bahaya Kristenisasi, “http://www.library.ohiou.edu/indopubs/ 2001/01/1/0009.html”. Diakseses pada hari Rabu, 5 Agustus 2009, jam 09.30.

[25] Tim FAKTA “Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan”, Senjata Menghadapi Pemurtadan Berkedok Islam, (Jakarta : Penerbit al-Kautsar), Cet.2, th.2002.

[26] Majalah Bidik, vol.2, th.1, th.1424 H

[27] Al-Juhani, Mani’, al-Mausu’ah al-Muyassarah fi al-Adyan wa al-Mazahib al-Muashirah, (KSA : Dar al-Nadwah al-Alamiyah), Vol.2, cet.3, hal.

[28] Media Da’wah, vol.331, bulan syawal, th.1422 H.

[29] Majalah Sabilii, vol.15, tahun ke-7, 26 ramadhan, th.1420 H.

[30] Tabloid Aspirasi, edisi ke-6, tanggal 3 September 1999, Majalah Panji Masyarakat, edisi ke-51, th.1, 3 April 1998.

[31] Majalah Islam Bebahasa Arab al-Bayan, tahun ke-10, volume 154, bulan Jumadil Akhir tahun 1421 H.

[32] Media Da’wah, Vol.342, th.1424 H.

[33] Media Da’wah, Vol.342, th.1424 H.

[34]Tantangan Bagi Ummat Islam Atas Bahaya Kristenisasi, http://www.library.ohiou.edu/ indopubs/2001/01/10/0009.html. Diakseses pada hari Rabu, 5 Agustus 2009, jam 09.30.

[35]  Tabloid SIAR edisi No. 43, 18-24 Nopember 1999 hal. 14

[36] Majalah al-Bayan, No.153, tahun ke-10,  Jumadil Akhir 1421 H.

[37], Musthofa Kholidi dan Umar Farrukh, al-Tabsyir dan al-Isti’mar fi al-Bilad al-Arabiyah, terj. Kathur Suhardi, Imprealis dan Missonaris Melanda Dunia Islam, (Jakarta : Pusataka Mantiq),  cet.2, th.1992, hal.49

Leave a Reply




Post Comment

 
Yayasan Baitul Maqdis :
Jl Malaka Jaya No.10 RT 003/01, Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur. Kode Pos 13460 Phone 021 87702911
Email: info@baitul-maqdis.com Website: www.baitul-maqdis.com